cara-instalasi-windows-pada-komputer-atau-laptop

Cara Instalasi Windows Pada Komputer Atau Laptop

Banyak pengguna komputer ataupun laptop sering kali kebingungan ketika dihadapkan dengan laptop “kosong” atau FreeDOS dan sering bertanya kenapa tidak ada OS Windows yang terpasang? Ya dikarenakan FreeDOS tidaklah disertakan dengan windows pabrikan dari laptop tersebut. Sehingga pengguna harus melakukan instalasi sendiri dan menyesuaikan seri berapa yang harus digunakan yang tepat dan sesuai dengan perangkat yang digunakan. Apakah harus windows XP, Windows Vista, Windows 7 atau harus langsung menggunakan Windows seri terbaru yaitu Windows 10. Sebelum melakukan instalasi peralatan apa saja yang dibutuhkan? Kali ini kami akan memberikan sedikit pengalaman kepada kalian tentang cara instalasi windows pada laptop baru dengan sistem operasi (Non-OS) alias FreeDos. Sebenarnya tidak perlu laptop baru juga, karena ini juga sama hal nya seperti instal ulang windows 10 di laptop, notebook, maupun komputer yang kalian miliki. Untuk versi windows yang digunakan juga tidak diharuskan menggunakan windows 10. Kalian bisa menggunakan windows 7, windows 8, atau versi windows lainnya sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi laptop atau komputer yang digunakan. Tutorial ini juga berlaku untuk semua merek laptop atau komputer seperti HP, Asus, Lenovo, Toshiba, Acer, dan merek lainnya kecuali Apple dikarenakan Apple memiliki OS tersendiri. Sebelum kita memulai bagaimana cara melakukan instalasi windows pada komputer atau laptop atau notebook yang kalian miliki, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu seri daripada produk keluaran microsoft ini yaitu windows.

Seri Windows Dari Tahun ke Tahun

Microsoft memperkenalkan operating system bernama Windows pada tanggal 20 November 1985, sebagai shell sistem operasi grafis untuk MS-DOS sebagai tanggapan atas meningkatnya minat dalam penggunaan grafis antarmuka atau biasa disebut dengan GUI (Graphical User Interface). Windows mendominasi pasar komputer pribadi (PC) dunia dengan lebih dari 90% pangsa pasar, melampaui Mac OS yang pada saat itu telah diperkenalkan terlebih dahulu pada tahun 1984. Istilah windows sendiri secara kolektif menciptakan beberapa generasi produk sistem operasi Windows. Produk ini dikategorikan menjadi berikut, yaitu :

  • Windows 1.x dan Windows 2.x :

Windows 1.0 akan bersaing dengan sistem operasi Apple, tetapi hanya meraih sedikit popularitas dikarenakan pada Windows 1.0 bukanlah sistem operasi yang lengkap; sebaliknya, ia memperluas MS-DOS. Shell Windows 1.0 adalah program yang dikenal sebagai MS-DOS Executive yang dimana komponen seperti Kalkulator, Kalender, Cardfile, Clipboard Viewer, Jam, Control Panel, Notepad, Paint, Reversi, Terminal dan Text merupakan tools yang ada pada Windows 1.0 serta pada sisi tampilan Windows 1.0 tidak mengizinkan jendela yang tumpang tindih.

Windows 2.03 mengubah OS dari jendela ubin menjadi jendela yang tumpang tindih. Hasil dari perubahan ini menyebabkan Apple Computer mengajukan gugatan terhadap Microsoft dengan tuduhan pelanggaran hak cipta Apple. Windows 2.0 juga memperkenalkan pintasan keyboard yang lebih canggih dan dapat memanfaatkan memori yang diperluas. Windows 2.1 dirilis dalam dua versi berbeda: Windows / 286 dan Windows / 386. Windows / 386 menggunakan mode virtual 8086 dari Intel 80386 untuk multitask beberapa program DOS dan model memori paged untuk meniru memori yang diperluas menggunakan memori tambahan yang tersedia. Windows / 286, terlepas dari namanya, berjalan pada prosesor Intel 8086 dan Intel 80286. Ini berjalan dalam mode nyata tetapi dapat memanfaatkan area memori tinggi. Selain paket Windows lengkap, ada versi hanya runtime yang dikirimkan dengan perangkat lunak Windows awal dari pihak ketiga dan memungkinkan untuk menjalankan perangkat lunak Windows mereka di MS-DOS dan tanpa rangkaian fitur Windows lengkap. Versi awal Windows sering dianggap sebagai shell grafis, terutama karena mereka berjalan di atas MS-DOS dan menggunakannya untuk layanan sistem file. Namun, versi Windows yang paling awal telah mengasumsikan banyak fungsi sistem operasi yang khas, khususnya memiliki format file yang dapat dieksekusi sendiri dan menyediakan driver perangkat mereka sendiri (timer, grafik, printer, mouse, keyboard, dan suara). Tidak seperti MS-DOS, Windows mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi grafis pada saat yang sama, melalui multitasking yang kooperatif.

  • Windows 3.0 dan Windows 3.1.x :

Windows 3.0 juga menampilkan peningkatan pada user interface. Windows 3.0 adalah versi Microsoft Windows pertama yang mencapai kesuksesan komersial yang luas, menjual 2 juta kopi dalam enam bulan pertama. Windows 3.1, tersedia secara umum pada tanggal 1 Maret 1992, menampilkan facelift. Pada bulan Agustus 1993, Windows for Workgroups, versi khusus dengan fitur jaringan peer-to-peer terintegrasi dan nomor versi 3.11, dirilis. Itu dijual bersama dengan Windows 3.1. Dukungan untuk Windows 3.1 berakhir pada tanggal 31 Desember 2001. Windows 3.2, dirilis tahun 1994, adalah versi terbaru dari Windows 3.1 versi Cina. Pembaruan terbatas pada versi bahasa ini, karena hanya memperbaiki masalah yang terkait dengan sistem penulisan bahasa Mandarin yang rumit. Windows 3.2 umumnya dijual oleh produsen komputer dengan MS-DOS versi sepuluh disk yang juga memiliki karakter Cina Sederhana dalam keluaran dasar dan beberapa utilitas terjemahan.

  • Windows 9x :

Rilis Windows berorientasi konsumen utama berikutnya, Windows 95, dirilis pada 24 Agustus 1995. Sementara masih berbasis MS-DOS, Windows 95 memperkenalkan dukungan untuk aplikasi 32-bit asli, perangkat keras plug and play, multitasking preemptive, lama nama file hingga 255 karakter, dan memberikan peningkatan stabilitas dibandingkan pendahulunya. Windows 95 juga memperkenalkan antarmuka pengguna berorientasi objek yang didesain ulang, menggantikan Program Manager sebelumnya dengan menu Start, taskbar, dan shell Windows Explorer. Windows 95 adalah kesuksesan komersial utama bagi Microsoft; Ina Fried dari CNET mengatakan bahwa “pada saat Windows 95 akhirnya diluncurkan dari pasar pada tahun 2001, itu telah menjadi perlengkapan pada desktop komputer di seluruh dunia.” Microsoft menerbitkan empat Rilis Layanan OEM (OSR) Windows 95, yang masing-masingnya secara kasar setara dengan paket layanan. OSR pertama Windows 95 juga merupakan versi Windows pertama yang dipaketkan dengan browser web Microsoft, Internet Explorer. Dukungan arus utama untuk Windows 95 berakhir pada 31 Desember 2000, dan dukungan yang diperpanjang untuk Windows 95 berakhir pada 31 Desember 2001. Windows 95 diikuti dengan peluncuran Windows 98 pada 25 Juni 1998, yang memperkenalkan Model Driver Windows, dukungan untuk perangkat komposit USB, dukungan untuk ACPI, hibernasi, dan dukungan untuk konfigurasi multi-monitor. Windows 98 juga menyertakan Internet Explorer 4 melalui Active Desktop dan aspek lain dari Pembaruan Desktop Windows (serangkaian peningkatan pada shell Explorer yang juga tersedia untuk Windows 95). Pada Mei 1999, Microsoft merilis Windows 98 Second Edition, versi terbaru dari Windows 98. Windows 98 SE menambahkan Internet Explorer 5.0 dan Windows Media Player 6.2 di antara peningkatan lainnya. Dukungan arus utama untuk Windows 98 berakhir pada 30 Juni 2002, dan dukungan yang diperpanjang untuk Windows 98 berakhir pada 11 Juli 2006. Pada 14 September 2000, Microsoft merilis Windows Me (Edisi Milenium), versi Windows berbasis DOS terakhir. Windows Me menggabungkan peningkatan antarmuka visual dari mitra berbasis Windows NT dan Windows 2000 serta memiliki waktu boot yang lebih cepat daripada versi sebelumnya, diperluas dengan fungsionalitas multimedia, utilitas sistem tambahan seperti System File Protection dan System Restore, dan masih banyak lainnya yang diperbarui oleh windows. Namun, Windows Me dihadapkan pada kritik karena kecepatan dan ketidakstabilannya, bersama dengan masalah kompatibilitas perangkat keras dan penghapusan dukungan DOS mode real time.

  • Windows XP :

Jika dibandingkan generasi pendahulunya, Windows XP bisa dibilang merupakan versi paling sukses menarik pelanggan. Windows XP tercatat mampu bertahan selama lebih dari 10 tahun dari tanggal peluncuran, menyisakan berbagai memori mendalam bagi setiap user yang menggunakannya. Sebagaimana kita ketahui, Windows XP dibangun berdasarkan pada OS Windows 2000 yang menyematkan interaktif user interface yang lengkap dengan design pada tampilan full color seperti pada tombol start yang berwarna hijau untuk menarik perhatian pengguna. Sayangnya, Windows XP mengalami masalah klasik yang biasa terjadi pada setiap produk teknologi, yakni masalah keamanan. Popularitasnya yang tinggi ternyata menarik banyak hacker untuk mulai mengeksploitasi sistem Windows XP. Alhasil, program firewall yang sudah dibangun tidak mampu berkutik melawan potensi keamanan data user.

  • Windows Vista :

Jika sebelumnya kita bisa menyimpulkan bahwa Windows XP merupakan produk paling populer dan paling lama umurnya meskipun memiliki sistem keamanan yang sangat rentan. Maka untuk Windows Vista bisa dibilang sebagai produk gagal yang kurang mendapat tempat di hati konsumen. Windows Vista sendiri hadir dengan membawa nuansa transparan di beberapa bagian user interface. Sayangnya, sistem operasi ini memiliki kinerja sangat lambat ketika dijalankan oleh komputer tipe lama. Selain itu, pengguna juga mengeluhkan adanya request dari beragam aplikasi tambahan yang dibawa oleh Windows Vista.

  • Windows 7 :

Usai mendapat cibiran di versi sebelumnya, Microsoft berhasil menjawab dengan kehadiran Windows 7 yang mana lebih stabil, lebih cepat dan lebih interaktif baik dari sisi warna maupun dari sisi icon. Dilihat dari segi performa, Windows 7 jauh lebih cepat, dan stabil dibandingkan dengan windows XP maupun windows Vista, sehingga mampu menarik minat banyak orang untuk mulai menggunakan

  • Windows 8 :

Dengan kemunculan dari Windows 8 menandai bahwa akan berakhirnya era tombol start di pojok kiri bawah. Selain itu, Microsoft juga memberikan perubahan tampilan yang cukup signifikan ke Windows 8 dengan menyematkan widget di halaman depan. Sampai sejauh ini, Windows 8 merupakan versi yang paling powerfull, stabil, interaktif, dan memiliki kecepatan booting kilat dibandingkan versi sebelumnya.

  • Windows 8.1 :

Setahun setelah booming user interface pada Windows 8, Microsoft kembali menghadirkan OS terbaru yang disebut Windows 8.1. Pada versi ini perusahaan kembali membawa tombol start ke pojok kiri bawah layar. Namun, fungsi iconnya digantikan dengan logo Windows flat.

  • Windows 10 :

Salah satu perubahan besar yang dibawa oleh Windows 10 adalah perbaikan pada fitur touchscreen friendly. Sehingga para pengguna gadget yang mendukung fitur ini bisa lebih enjoy menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, terdapat juga update DirectX 12, tampilan tombol start yang lebih seimbang, serta sejumlah pembaruan lain yang mampu menarik minat banyak pengguna beralih dari Windows 8.1 ke Windows versi terbaru.

Apa Bedanya Windows 10 x86 dengan x64

Dari beberapa jenis windows yang beredar dipasaran baik di toko komputer maupun di website. Ada yang menyediakan operating sistem dengan dua jenis eksistensi yaitu seri x86 maupun x64. Perbedaan eksistensi pada seri x86 maupun x64 adalah pada sisi penggunaan memory RAM pada device komputer, laptop atau notebook. Untuk seri x86 sendiri merupakan perubahan dari seri x32 atau 32 bit, jadi jangan sampai salah sebut sudah bukan x32 melainkan x86. Versi dari x86 ini lebih disarankan digunakan pada device yang memiliki memori dengan kapasitas maksimum 4 GB. Dengan kata lain jika RAM yang dipasang pada komputer dengan windows 32 bit lebih dari 4 GB maka yang berfungsi hanyalah sebesar 4GB saja, maka sisanya tidak dapat digunakan. Sedangkan pada x64 memiliki batasan penggunaan RAM hingga 192 GB, sehingga membentuk sebuah pola arsitektur yang berbeda pada x86 dan x64 yang dimana membuat pola perbedaan lebar jalur pemrosesan. pada x64, jalur yang lebih lebar dapat membuat sistem ini menangani memory (RAM) Lebih dari 2GB, dimana hal ini tidak dapat dilakukan oleh win x86. Untuk menjalankan aplikasi berat dan lebih baru, pilihan menggunakan x64 merupakan yang lebih baik dibandingkan dengan x86. Pada sistem operasi windows 7 sistem x86 hanya akan mendukung memori hingga 3GB saja.

Panduan Melakukan Instalasi Pada Windows

Berhubung kali ini akan menginstal windows 10 dengan flashdisk di laptop jadi membutuhkan beberapa alat dan software tambahan, di antaranya sebagai berikut.

  • USB Flash Disk (Min. 4GB).
  • Windows 10 ISO.
  • Bootable Flashdisk (Rufus, Universal USB Installer, HirenBoot, CMD)

Beberapa laptop, notebook, dan komputer ada yang tidak memiliki CD Room, oleh karena itu untuk menginstal sistem operasinya bisa menggunakan flashdisk atau bisa juga dengan menggunakan CD Room eksternal. Jika menggunakan CD Room eksternal berarti kamu perlu DVD untuk melakukan burning file iso windows ke DVD atau menggunakan DVD windows original jika Anda memilikinya. Lebih mudah jika anda menggunakan flashdisk dikarenakan lebih simple dan tidak memerlukan burning file iso windows ke DVD. Berikut tips cara melakukan instalasi Windows 10 dengan Flashdisk :

  • Pertama, setelah ketiga alat dan software yang dibutuhkan sudah siap kita perlu melakukan burning atau memindahkan file iso windows ke flashdisk dengan menggunakan software Universal USB Installer. Sambungkan flashdisk ke laptop kemudian buka software Universal USB Installer, lalu klik I Agree button.
  • Pada step 1 di aplikasi Universal USB Installer, pilih windows sesuai dengan file iso yang digunakan, gunakan windows 8 installer untuk melakukan pembacaan bootable pada file iso windows 10, kemudian cari file iso windows 10 yang akan digunakan. Jika sudah ketemu klik open, lalu klik pada dropdown button drive letter usb anda, kemudian create dan tunggu hingga selesai (kurang lebih 20 sampai 30 menit).

Catatan: Sebelum klik Create akan muncul peringatan bahwa semua file yang ada di flashdisk akan hilang karena perlu di format terlebih dahulu.

  • Kedua, setelah Anda memiliki flashdisk yang memiliki instalan windows di dalamnya. Sekarang kita perlu mengatur settingan pada BIOS laptop agar saat booting masuk ke flashdisk bukan ke memori atau harddisk laptop, komputer atau notebook, tetapi laptop atau komputer atau notebook harus dalam keadaan mati. Kemudian sambungkan flashdisk ke laptop dan menyalakan laptop, lalu tekan tombol F2 atau F10 atau F12 atau Del (coba satu per satu setiap merek laptop, komputer, ataupun notebook berbeda beda), kemudian setelah berhasil masuk ke BIOS silahkan pergi ke bagian System Configuration pada section Boot Options lalu tekan Enter.
  • Setting Booting di BIOS Lalu pindahkan USB Diskette on Key/USB Hard Disk ke paling atas dengan menekan tombol F5 atau F6, setelah itu tekan tombol F10 dan pilih Yes untuk menyimpan settingan BIOS.

Catatan: Lihat pada gambar di atas ada UEFI Boot Order dan Legacy Boot Order, UEFI akan lebih di prioritaskan ini bekerja untuk windows 7, windows xp, windows vista atau di bawahnya, sedangkan Legacy bekerja untuk windows 8, windows 10 oleh karena itu berhubungan saya akan menginstal windows 10 jadi saya mengaturnya pada Legacy Boot saja.

  • Ketiga, setelah berhasil mengatur settingan BIOS agar bisa booting menggunakan flashdisk kini saatnya kita mulai instal windows 10 atau versi windows lainnya di laptop, notebook atau komputer. Ketika laptop, notebook atau komputer dinyalakan akan muncul tulisan Press any key to boot from USB silahkan tekan tombol apa saja di keyboard. Setelah itu akan muncul user interface atau tampilan dari instalasi windows klik Instal now.
  • Setelah itu muncul pengaturan untuk menentukan bahasa, waktu, dan keyboard input, kita ubah saja bagian waktu ke Indonesia lalu klik Next.
  • Kemudian akan muncul beberapa opsi pilihan windows yang ingin di gunakan, disini saya memilih Windows 10 Pro. Silahkan klik pada versi windows yang ingin Anda instal kemudian klik Next.
  • Lalu centang kotak kecil I accept the license terms kemudian klik Next.
  • Setelah itu pilih Custom: Install Windows only (advance).
  • Keempat, disini kita masuk ke tahap pembagian partisi hard disk, berhubungan ini laptop baru dan belum ada datanya maka saya akan menghapus semua partisi yang ada dan membuatnya secara manual. Klik pada list partisi hard disk yang ada kemudian klik Delete kemudian OK.

Catatan: Kalau kamu mau instal ulang jangan delete drive D (primary) lihat pada tipenya primary atau system. Primary itu isinya data-data Anda, jadi supaya tidak hilang jangan delete atau format drive d atau drive e dengan ditandai type primary. Cukup format drive c saja atau ditandai type system jika mau instal ulang.

  • Setelah itu hard disk akan menjadi satu, untuk membuat partisi baru klik pada list hard disknya lalu klik New dan masukkan kapasitas untuk drive C lalu klik Apply, kemudian klik lagi pada list hard disk satunya klik new dan langsung saja klik apply, ini untuk drive D.
  • Setelah berhasil membuat partisi selanjutnya kita akan menentukan lokasi untuk instal windows pilih saja yang paling kecil ukuran hardisk nya, silahkan klik pada list hard disk yang ingin di instal windows lalu klik Next.
  • Setelah itu proses instalasi sedang dimulai tunggu kurang lebih 30 menit.
  • Setelah ini selesai selanjutnya Anda tinggal mengganti nama pc atau laptop dan user login dengan menggunakan akun microsoft atau password lokal. Anda tinggal mengikuti perintah yang terdapat pada layar laptop Anda.

Itulah beberapa jenis windows yang ada dan cara melakukan instalasi windows pada laptop, notebook atau komputer yang masih “kosong”. Semoga bermanfaat

Komputer Sering Mengalami Blue Screen

Para pengguna operating system Windows pasti sering mendengar adanya komputer atau laptop yang terkena Blue Screen of Death atau lebih dikenalnya dengan istilah BSOD. Seluruh pengguna Windows mungkin tidak ingin BSOD terjadi pada komputer atau laptopnya. BOSD terjadi karena adanya software atau hardware yang crash atau terjadi kesalahan fatal sehingga membuat sistem harus direstart. BSOD tidak terjadi seperti komputer hang yang masih bisa diatasi sehingga tidak perlu restart komputer. Jika sudah terjadi BSOD seperti ini, umumnya laptop atau komputer jadi tidak bisa dipakai dan hal yang paling buruknya adalah mengakibatkan kehilangan data penting seperti data kantor maupun data pembelajaran. Banyak jenis error BSOD yang terjadi pada setiap komputer atau laptop, BSOD tidaklah harus selalu disebabkan oleh rusaknya atau crashnya sebuah hardware semua tergantung dari kode yang ditampilkan pada layar. Sehingga banyak orang yang masih tidak tahu apa penyebab dari Blue Screen dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut beberapa penyebab dan solusi yang sesuai untuk laptop atau komputer yang mengalami Blue Screen :

  1. Driver Mengalami Kerusakan (0X0000000A)

Penyebab pada komputer ataupun laptop yang terkena Blue Screen jenis ini umumnya akan disertakan pesan “IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL” atau pesan “VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE” dengan kode “0X0000000A”. Penyebabnya komputer atau laptop Blue Screen ini terjadi umumnya karena sistem operasi tidak mendeteksi dengan baik perangkat baru yang dipasangkan ke dalam hardware, sehingga driver yang secara manual atau otomatis di-install mengalami kerusakan (crash). Hardware bisa jadi penyebab terjadinya Blue Screen, jika kamu menggunakan komputer PC dan mengupgrade salah satu komponen (misalnya VGA Card) biasanya kamu diminta untuk meng-install driver dari VGA tersebut. Driver yang dimaksudkan untuk “mengenalkan” perangkat keras yang baru dipasang kepada sistem operasi yang digunakan. Sehingga sistem operasi dapat mengenali perangkat tersebut dan dapat berjalan sesuai dengan fungsinya. Jika driver yang dipasang pada sistem tidak sesuai maka akan ada kerusakan atau error. Maka dari itu pastikan install driver hardware yang sesuai lalu coba lepaskan dan pasang kembali VGA card serta Audio card yang kamu punya, dan jangan lupa pastikan telah terpasang dengan benar.

  1. NTFS FILE SYSTEM (0X00000024) atau FAT FILE SYSTEM (0X00000023)

Penyebab laptop atau komputer terkena Blue Screen jenis ini berarti terdapat kerusakan di partisi atau file systemnya. Namun bukan berada di harddisk. Sehingga kamu harus periksa kembali apakah kabel SATA/IDE hardisk telah terpasang dengan benar dan cek partisi dengan chkdsk. Bisa juga hard disk yang digunakanlah yang menyebabkan Blue Screen yang dikarenakan adanya Bad Sector pada hard disk yang digunakan. Jika Hard disk yang digunakan sudah mempunyai Bad Sector alangkah baiknya kamu memiliki storage pengganti dikarenakan sewaktu-waktu bad sector pada hard disk menyebabkan data tidak dapat dibuka atau di backup.

  1. UNEXPECTED KERNEL MODE TRAP (0X0000007F)

Penyebab laptop atau komputer PC Blue Screen bisa karena pemakaian komputer maupun laptop yang overheat yang menyebabkan suhu pada laptop atau komputer terlalu panas. Overclocking yang berlebihan, Processor yang corrupt, dan juga BIOS yang corrupt, sehingga kamu dapat mematikan (shutdown) laptop atau komputer terlebih dahulu lalu cek kembali apakah sistem pendingin atau kipas bekerja dengan baik. Jika bermasalah coba tambahkan komponen pendingin lainnya. 

  1. DATA BUS ERROR

Penyebab selanjutnya yang sering terjadi pada laptop atau komputer adalah Blue Screen yang dikarenakan slot pada memory RAM terdapat kerusakan, sehingga menyebabkan BSOD jenis DATA BUS ERROR. Cara untuk memastikan apakah slot yang kamu punya rusak atau tidak dengan periksa dan ganti dengan RAM yang baru.

  1. PAGE FAULT IN NONPAGED AREA

Penyebab laptop atau komputer mengalami jenis Blue Screen ini adalah terjadi karena adanya kerusakan pada hardware, utamanya pada Memory (RAM), VGA, dan memory pada processor (L2 cache).

  1. INACCESSIBLE BOOT DEVICE

Penyebab Blue Screen ini pada laptop ataupun komputer kamu bisa terjadi karena posisi jumper pada harddisk yang salah atau juga bisa karena Driver IDE controller yang salah dan Virus Boot sector. Sehingga kamu harus periksa kembali kondisi kabel IDE, dan membersihkan virus yang ada pada boot sector kemudian atur kembali jumper pada harddisk kamu.

  1. VIDEO DRIVER INIT FAILURE

Penyebab laptop Blue Screen ini adalah terjadinya kesalahan pada saat instalasi driver VGA yang dikarenakan tidak sesuai dengan sistem yang digunakan. Sehingga mengharuskan instal ulang driver VGA yang sudah terupdate dan dapat digunakan dalam sistem yang kamu pakai.

  1. BAD POOL CALLER

Penyebab laptop maupun komputer dengan Blue Screen ini adalah kesalahan pada saat instalasi OS. Biasanya terjadi pada Windows XP. Maka dari itu pastikan kaset CD installer tidak rusak atau corrupt. Ini adalah cara terakhir untuk memperbaiki bluescreen adalah dengan menginstall ulang laptop. dan pastikan CD windows atau ISO tidak corrupt, jika setelah install ulang juga masih tidak berhasil kemungkinan besar terjadi kerusakan pada hardware.

Lebih Baik HDD Storage Atau SSD Storage

Tidak peduli seberapa besar memori utama yang ada memori utama selalu terlalu merasa paling kecil dikarenakan orang selalu ingin menyimpan lebih banyak informasi daripada yang dapat dimilikinya, terutama karena seiring dengan kemajuan teknologi, orang mulai berpikir untuk menyimpan hal-hal yang sebelumnya sepenuhnya berada dalam ranah fiksi ilmiah. Misalnya, karena disiplin anggaran pemerintah AS memaksa lembaga pemerintah untuk menghasilkan pendapatan mereka sendiri, dapat dibayangkan Library of Congress memutuskan untuk mendigitalkan dan menjual konten lengkapnya sebagai artikel konsumen (“Semua pengetahuan manusia hanya dengan harga $99,95”). Sekitar 50 juta buku, masing-masing dengan 1 MB teks dan 1 MB gambar terkompresi, memerlukan penyimpanan 1014 byte atau 100 terabyte. Menyimpan semua 50.000 film yang pernah dibuat juga dalam kasarnya umum ini. Jumlah informasi ini tidak akan muat dalam memori utama, setidaknya untuk beberapa dekade. Pada zaman sekarang ini banyak sekali merk dan jenis storage yang ditawarkan dengan speed yang lebih cepat tetapi manakah yang sesuai dan tepat dengan kebutuhan kita dalam sehari – hari. Biasanya komputer ataupun laptop pada zaman dahulu masih menggunakan HDD dengan kualitas speed yang pada saat itu sangatlah cepat. Tetapi bagaimana jika dengan kecepatan yang dahulu pernah diciptakan dan sudah ada digunakan pada saat ini? Otomatis kita akan merasa sangat lambat kinerjanya komputer maupun laptop kita. Lalu bagaimana cara kita memilih storage yang tepat dan sesuai kebutuhan kita pada saat ini baik untuk kegiatan belajar maupun kegiatan bekerja. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara kerjanya sebuah storage dan jenis-jenis storage yang ada. Jenis Storage atau memori sendiri ada 2 (dua) jenis, yaitu primary memory dan secondary memory. Bedanya apa? Pada primary memory terdapat bits, memory addresses, byte ordering, error-correcting codes, cache memory serta memory packaging dan pada memory packaging mempunyai beberapa tipe lagi. Tetapi yang akan kita bahas sekarang adalah secondary memory dimana HDD atau SSD merupakan tipe jenis secondary memory. Apa yang membedakannya dan manakah yang sesuai dengan kebutuhan. Mari kita simak berikut perbedaannya.

HDD (Hard Disk Drive) :

Harddisk drive merupakan perangkat keras yang berguna sebagai penyimpanan data untuk komputer itu sendiri. Harddisk adalah komponen yang terpisah dan dihubungkan melalui sebuah kabel dengan Motherboard atau yang langsung dipasang pada laptop. Perangkat ini juga memiliki peran sangat penting dalam sebuah komputer.

Di dalam Harddisk terdapat sebuah komponen yang bernama Platter dan memiliki material magnetik yang dibagi menjadi jutaan area, disk magnetik terdiri dari satu atau lebih piringan aluminium dengan lapisan yang dapat dimagnetisasi. Awalnya piring-piring ini berdiameter 50 cm, tetapi saat ini biasanya berukuran 3 hingga 12 cm, sedangkan untuk disk untuk komputer notebook sudah di bawah 3 cm dan masih menyusut. Kepala disk yang berisi kumparan induksi mengapung tepat di atas permukaan, bertumpu pada bantalan udara (kecuali untuk disket, yang menyentuh permukaan). Ketika arus positif atau negatif melewati head, ia memagnetisasi permukaan tepat di bawah head, menyelaraskan partikel magnetik menghadap ke kiri atau ke kanan, tergantung pada polaritas arus penggerak. Ketika head melewati area magnet, arus positif atau negatif diinduksi di head, sehingga memungkinkan untuk membaca kembali bit yang disimpan sebelumnya. Dengan demikian saat platter berputar di bawah head, aliran bit dapat ditulis dan kemudian dibaca kembali. Sehingga geometri dari pada lintasan cakram tersebut membentuk urutan melingkar dari bit yang ditulis saat cakram melakukan rotasi lengkap disebut lintasan. Setiap trek dibagi menjadi beberapa jalur dengan panjang yang tetap. Dalam area Platter itu terdapat gaya magnet yang sangat berguna untuk menyatukan nilai-nilai yang akan membentuk sebuah informasi. Dengan menyimpan data dalam bentuk gaya magnet membuat data tersebut tetap aman meski perangkat komputer telah dimatikan. Ketika proses data menyimpan dilakukan oleh Harddisk, maka data tersebut tidak langsung dibaca oleh Platter. Pada data tersebut, Platter akan mengelola dan menyusunnya secara rapi menyerupai sebuah pola. Bit data akan disusun konsentris dan akan membentuk melingkar yang kemudian bentuk ini disebut dengan Track. Pada setiap Track dibagi lagi menjadi area yang sangat kecil dan hal ini yang disebut Sector. Pada bagian Sector terdapat sebuah sistem yang menyimpan denah tentang informasi seluruhnya. Denah ini juga bermanfaat untuk mengetahui Sector mana yang telah digunakan dan yang belum digunakan dengan arti lain mencari tempat kosong untuk memasukan bit yang sudah di baca. Dalam sistem operasi Windows biasanya ditemui dengan istilah FAT. Ketika Harddisk akan menyimpan data baru di komputer, maka Platter akan mencari Sector yang belum digunakan. Lalu yang terakhir, Read Write Head akan membaca dan menulis data untuk menemukan lokasi yang masih kosong dan menyimpan data ke lokasi tersebut. Ketika ingin membaca sebuah informasi dari sebuah data, maka proses yang dilakukan adalah dengan cara yang terbalik. Dimana Sector yang dicari adalah Sector yang didalamnya terdapat informasi sebuah data yang diinginkan pengguna.

SSD (Solid State Drive) :

Teknologi SATA (Serial ATA) diperkenalkan pada tahun 2003 yang menggantikan serial PATA (Paralel ATA) yang lebih lama sebagai standar antarmuka  Koneksi penyimpanan di komputer berperan sebagai konektor universal yang melibatkan kabel yang dihubungkan dari motherboard dengan kabel data SATA dengan input dan output yang sangat cepat sehingga dalam kecepatan read/write pada storage data juga lebih cepat. Saat ini, SATA adalah salah satu jenis antarmuka di pangsa pasar yang sebagian besar digunakan untuk menghubungkan SSD atau HDD ke sistem komputer atau laptop. SATA menggunakan protokol perintah AHCI dan mendukung IDE (Integrated Development Environment), yang utamanya dibuat untuk drive disk yang lebih tua dan lamban dan bukan untuk penyimpanan berbasis flash yang kokoh. Bahkan hingga hari ini, dalam mempertimbangkan ruang penyimpanan, hard drive memiliki keunggulan yang jelas atas SSD karena harganya lebih murah per gigabyte dan menyimpan data yang lebih lama, sedangkan SSD (solid-state drive) adalah jenis media penyimpanan non-volatil yang menyimpan data persisten pada memori flash dan memiliki dua bagian penting yakni memori flash NAND dan pengontrol flash yang dioptimalkan untuk memberikan kinerja read/write yang tinggi secara berurutan serta pengambilan data secara acak. SSD tidak memiliki bagian yang bergerak, jadi jangan patah, dikarenakan SSD bergerak dengan cara berputar naik atau turun, sama seperti halnya dengan hard disk drive yang rusak dengan media magnetik yang berputar. Meski SSD nampaknya ringkih tetapi SSD juga menawarkan keunggulan kinerja yang berbeda dengan HDD. Di masa pertama kali SSD muncul dipasaran komputer harga SSD jauh lebih tinggi daripada HDD. Namun, dengan peningkatan teknologi manufaktur dan kapasitas chip, harga terus turun sehingga banyak pengguna dapat merasakan kecepatan dari SSD. SSD menawarkan kecepatan transfer yang tinggi, latency rendah bahkan dengan akses data acak, lebih tahan lama tetapi tidak untuk penggunaan penyimpanan hierarkis, dan diharapkan tidak ada suara komponen yang bergerak. Peningkatan kinerja yang nyata dapat dilihat dalam penggunaan sehari-hari, seperti kecepatan sistem boot dan shut down, peluncuran aplikasi lebih kuat, dan sistem terasa lebih halus dan tanpa lagging. Lalu apa perbedaan NVME dan SSD yang terlihat lebih unggul? Mari cari tahu apa perbedaan dari kedua inovasi yang meringankan beban kerja banyak penggunanya ini. NVMe tidak terpengaruh oleh penyempitan antarmuka ATA karena ia berada tepat di atas PCI Express yang terhubung langsung ke CPU. Dengan begini NVMe menghasilkan 4 kali lebih cepat Operasi Input / Output Per Detik (IOP) menyaingi opsi SAS tercepat di luar sana. Waktu pencarian data sepuluh kali lebih cepat. NVMe dapat memberikan kecepatan baca-tulis berkelanjutan 2000 MB per detik, jauh lebih cepat dari SATA III pada SSD, yang membatasi 600 MB per detik. Di sini hambatannya adalah teknologi NAND, yang bergerak maju dengan cepat, yang berarti penggunanya mungkin akan segera melihat kecepatan yang lebih tinggi dengan NVMe. NVMe sendiri memungkinkan drive untuk mendapatkan manfaat dari “kumpulan” jalur yang sama yang langsung terhubung ke CPU. Ini menawarkan kinerja yang dapat diukur dengan melampaui empat jalur konvensional yang ditemukan di sebagian besar PCIe SSD dan menggunakannya untuk kinerja tambahan. Soket PCIe mentransfer data lebih dari 25 kali lebih banyak dari yang setara dengan SATA. Terlepas dari faktor bentuk, NVMe dapat langsung berkomunikasi dengan sistem CPU dan bekerja dengan semua sistem operasi utama. SSD NVMe memperkuat solusi keamanan standar industri seperti Opal SSC dan Enterprise SSC oleh Trusted Company Group dengan mendukung perintah wadah keamanan yang mirip dengan perintah wadah keamanan yang ditemukan di SCSI.

Tips Untuk Menaikan Kinerja Performa Pada Komputer Anda

Sering kali kita mendengar banyak keluhan dari banyak orang mengenai kinerja komputer yang digunakan. Entah itu mereka salah membangun sebuah komputer sehingga spesifikasi pada komputer menjadi “kentang” atau mereka mempunyai komputer dengan spesifikasi monster tapi masih saja kinerja yang didapatkan kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan diperhitungkan sebelumnya. Terkadang permasalahan seperti ini banyak sekali kita temui disekitar kita, sebelumnya lemot tidaknya sebuah komputer tidak hanya dari spesifikasi melainkan dari seberapa tua usia komputer yang digunakan apakah sudah waktunya melakukan upgrade atau harus membeli yang baru atau harus membangun kembali komputer dengan spesifikasi yang lebih terbaru pada jamannya. Seiring berjalannya waktu teknologi terus berkembang pesat baik dari sisi hardware maupun sisi software yang dimana dapat menentukan kinerja sebuah komputer. Lalu bagaimana caranya jika komputer yang digunakan tidak dapat dilakukan perubahan atau penambahan? Ya, terpaksa harus membeli komponen baru pada komputer dengan spesifikasi yang sesuai dan dibutuhkan oleh pengguna. Lalu jika sudah dapat melakukan sebuah perubahan atau penambahan baik dari sisi memory dan sisi penyimpanan tapi masih lemot, maka apa yang perlu dilakukan? Berikut tips untuk menaikan kinerja performa dari sebuah komputer.

  • Menghapus file yang ada pada Recycle Bin : dengan menghapus file yang ada pada Recycle Bin dapat menjadi salah satu cara yang bisa digunakan untuk meringankan kinerja memory pada komputer dikarenakan data atau file yang dihapus dan masuk ke dalam recycle bin tetap disimpan dan dibaca oleh sistem dan disimpan kedalam memori sehingga hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk dicoba terlebih dahulu untuk meningkatkan kinerja pada komputer.
  • Meminimalkan program yang berjalan pada startup : Jika dengan cara menghapus file pada recycle bin masih merasa kinerja komputer kurang cepat, dapat dicoba dengan meminimalkan program yang berjalan pada startup dengan cara mematikan program yang dirasa tidak penting dan jarang digunakan, karena program yang berjalan pada saat komputer melakukan startup dan banyak aplikasi yang langsung berjalan baik dari background app maupun langsung dapat menyebabkan kinerja pada komputer anda menjadi lama. Dikarenakan pada saat komputer melakukan booting sampai startup masuk ke desktop, software operating system yang digunakan perlu waktu untuk membaca memory pada komputer, sehingga jika dijalankan secara bersama dengan aplikasi dapat membuat pembacaan atau read/write pada system terganggu. Cara mematikan program pada startup dengan menekan Win + R -> msconfig -> Startup. Kemudian uncheck program yang ingin di nonaktifkan.
  • Mematikan services yang tidak digunakan pada komputer : Jika dengan mematikan program yang berjalan pada startup sudah bisa menaikan kinerja pada komputer, cara ini juga dapat menambah kinerja pada performa komputer meningkat. Mematikan service yang tidak digunakan dapat dengan memilih aplikasi mana yang tidak terpakai maupun jarang digunakan. Cara membedakan services tersebut berjalan atau tidak pada sebuah komputer dapat dilihat pada bagian status dan startup type. Cara mematikan services yang tidak digunakan dengan cara menekan Win+R -> services.msc -> (pilih aplikasi yang dengan status running dan startup type automatic) -> Klik kanan -> Properties -> Pilih jenis startup type yang diinginkan.
  • Uninstall program yang tidak penting : Jika memang sudah mematikan services dan mematikan startup pada aplikasi yang jarang digunakan, alangkah lebih baik jika aplikasi yang tidak digunakan kembali untuk dilakukan uninstalling pada komputer. Dikarenakan agar dapat meringankan kinerja memori dari aplikasi yang tidak lagi digunakan setiap saat. Cara melakukan uninstalling aplikasi dengan masuk ke dalam Control Panel -> Programs -> Uninstall a program -> pilih aplikasi yang tidak lagi digunakan. Dengan cara ini juga dapat menaikan kinerja dan performa dari pada komputer dikarenakan memory dan storage pada komputer berkurang.
  • Menggunakan aplikasi yang tidak memakan ram terlalu besar : Jika diharuskan menggunakan aplikasi komputer dengan menggunakan memori besar, anda dapat melakukannya dengan memilih alternatif dari aplikasi tersebut. Misalkan penggunaan browser pada komputer anda untuk melakukan kegiatan pencarian di internet. Ada banyak sekali browser yang disediakan seperti chrome, firefox, edge, dan opera. Jika anda biasa disarankan untuk menggunakan chrome, anda bisa mencoba firefox ataupun edge dengan penggunaan pada ram yang cukup dibilang sedikit lebih ringan dibandingkan chrome. Untuk sisi keamanan sendiri firefox lebih aman dibidang securitynya dibandingkan chrome.
  • Perbesar kapasitas Memory atau Storage : Jika dengan cara menghapus file yang ada pada Recycler Bin dan sudah mematikan services dan startup serta sudah melakukan uninstalling pada aplikasi, dan masih merasakan kinerja komputer anda lama. Bisa jadi memory atau storage yang anda butuhkan sangatlah minimal untuk digunakan oleh aplikasi yang ada pada komputer. Sehingga diperlukan peningkatan baik dari sisi memory ataupun dari sisi storage. Jika anda mempunyai dana yang mencukupi bisa langsung menaikan maksimal pada bagian memori dan storage pada komputer anda jika anda inginkan. Tetapi sesuaikan dengan tipe memory ataupun storage yang anda punya gunakan sebelumnya, misalkan pada storage anda bisa menggunakan ssd ataupun hdd dengan kapasitas penyimpanan dan kapasitas read/write pada storage yang akan digunakan lebih besar dan lebih cepat, kemudian periksa pada bagian tipe yang digunakan apakah tipe SATA III atau tipe ATA.

Berikut adalah sedikit tips yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pada komputer anda. Semoga bermanfaat

Windows Activated Muncul Saat Komputer Dinyalakan

Banyak sekali operating sistem yang muncul di seluruh dunia baik dari open source seperti linux maupun turunannya yaitu unix MacOs, serta yang sudah menjadi package seperti windows. Banyak sekali pengguna komputer yang menggunakan produk dari microsoft ini yaitu windows yang dikarenakan sangatlah user-friendly pada tampilan awal startup di windows, serta penggunaannya cukup sangat mudah dikarenakan banyak sekali simbol dan icon yang dapat membantu kita untuk melakukan instalasi maupun untuk kegiatan bekerja maupun kegiatan belajar. Tetapi tidaklah juga sedikit orang yang menggunakan lisensi produk windows dengan kualitas original product, sehingga seringkali kita sudah menggunakan dengan jangka waktu yang sangat lama, kita akan melihat notifikasi yang sering muncul pada layar komputer maupun layar laptop kita dengan bertuliskan notifikasi bahwa windows kita akan melewati masa expired atau “Your Windows license will expire soon” yang dimana kita diingatkan bahwa kita harus memperbaharui serial key yang sebelumnya kita gunakan. Jika sudah sering kali kita melewati atau kita memilih untuk close notifikasi tersebut maka lama kelamaan akan muncul tulisan pada sisi kanan komputer atau laptop dengan tulisan “Activate Windows, Go to Settings to activate Windows.” yang dimana kita harus melakukan aktivasi kembali serial product key di setting di bagian activate windows. Otomatis hal tersebut sangatlah mengganggu tampilan layar pada komputer maupun laptop yang anda gunakan. Sering kali pengguna dari produk keluaran microsoft ini memilih produk yang gratis atau sering kita dengar dengan istilah crack atau bajakan, tanpa memikirkan sistem dari keamanan dari software yang digunakan. Tanpa disadari bahwa software bajakan sangatlah rentan dalam sisi keamanannya dikarenakan kita tidak mengetahui apakah dalam software yang digunakan memiliki backdoor yang dimana dapat diakses oleh para hacker maupun cracker yang dimana data dan informasi yang ada pada komputer ataupun laptop kita dapat diambil atau disalahgunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Maka dari itu disarankan lebih baik menggunakan original produk yang secara langsung dijual di berbagai official store toko komputer. Dikarenakan produk asli sudah pasti memenuhi standar perusahaan sebelum mereka memasukan kedalam pasar penjualan, memang dari sisi harga akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan yang bajakan, tetapi dari sisi keamanan tetaplah produk original yang menjadi sebuah patokan atau sebuah produk yang memiliki sisi unggul. Meskipun produk original memiliki sistem yang aman pengguna diharuskan untuk tetap melakukan perpanjangan serial key produk yang ada pada windows. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika serial key pada produk windows sudah mau memasuki masa tenggang waktu maka akan muncul notifikasi bahwa lisensi pada windows akan memasuki masa tenggang waktu dan akan muncul pada sisi kanan bawah layar komputer atau laptop kalian. Berikut cara menghilangkan Activation Windows yang sering muncul di sisi bawah kanan layar komputer atau laptop, yaitu :

  • Menggunakan Activator Key : Banyak sekali toko service komputer yang melakukan instalasi windows bajakan menggunakan activator key seperti KMS Pico, Windows Activator Key Generator. Dari sekian banyak jenis untuk mendapatkan serial key pada windows, kebanyakan toko menggunakan KMSPico dimana penggunaan lebih cepat dan lebih ringan sehingga banyak digunakan oleh toko komputer maupun IT Support di berbagai perusahaan. KMSPico sendiri tidak hanya untuk melakukan crack pada windows saja namun untuk setiap produk dari microsoft seperti office 2016 hingga office 2019 dan juga office 360. Memang kelebihan pada KMS Pico single application for universal tetapi sering kali KMSPico dibaca adalah sebagai aplikasi yang merupakan virus untuk sistem keamanan komputer.
  • Melakukan Re – Install Product Windows : Cara ini juga dapat digunakan bagi kalian yang mau melakukan pembersihan secara langsung pada komputer maupun pada laptop yang kalian gunakan sehingga dapat melakukan penyetelan ulang pada partisipasi penyimpanan pada komputer atau laptop yang digunakan. Sehingga kita bisa memilih kembali aplikasi mana saja yang mau di pasang ke dalam komputer maupun laptop yang masih kosong. Tetapi ingat sebelum melakukan Re-install produk alangkah baiknya melakukan backup data baik kedalam cloud server maupun kedalam penyimpanan lain.
  • Melakukan Restore Version Windows : Bagaimana dengan komputer atau laptop yang sudah menggunakan produk original tetapi belum punya uang untuk membeli serial key yang baru? Bisa dengan cara Restore Version pada windows kalian dengan cara klik start kemudian pilih opsi pada file explorer, klik kanan this pc kemudian pilih properties lalu klik system protection dan pada tampilan system protection pilih system restore. Kemudian klik next dan pilih point yang sudah dibuat dan klik next. Kemudian klik finish untuk menyelesaikannya lalu tunggu hingga proses restorenya selesai. Nanti akan secara otomatis restart beberapa kali dan ketika restart selesai maka kondisi sistem akan kembali sesuai dengan restore point-nya. Meskipun system restore tidak berpengaruh ke data yang tersimpan dalam komputer, alangkah baiknya melakukan backup baik ke cloud server atau ke partisipasi lain.