Lebih Baik HDD Storage Atau SSD Storage

Tidak peduli seberapa besar memori utama yang ada memori utama selalu terlalu merasa paling kecil dikarenakan orang selalu ingin menyimpan lebih banyak informasi daripada yang dapat dimilikinya, terutama karena seiring dengan kemajuan teknologi, orang mulai berpikir untuk menyimpan hal-hal yang sebelumnya sepenuhnya berada dalam ranah fiksi ilmiah. Misalnya, karena disiplin anggaran pemerintah AS memaksa lembaga pemerintah untuk menghasilkan pendapatan mereka sendiri, dapat dibayangkan Library of Congress memutuskan untuk mendigitalkan dan menjual konten lengkapnya sebagai artikel konsumen (“Semua pengetahuan manusia hanya dengan harga $99,95”). Sekitar 50 juta buku, masing-masing dengan 1 MB teks dan 1 MB gambar terkompresi, memerlukan penyimpanan 1014 byte atau 100 terabyte. Menyimpan semua 50.000 film yang pernah dibuat juga dalam kasarnya umum ini. Jumlah informasi ini tidak akan muat dalam memori utama, setidaknya untuk beberapa dekade. Pada zaman sekarang ini banyak sekali merk dan jenis storage yang ditawarkan dengan speed yang lebih cepat tetapi manakah yang sesuai dan tepat dengan kebutuhan kita dalam sehari – hari. Biasanya komputer ataupun laptop pada zaman dahulu masih menggunakan HDD dengan kualitas speed yang pada saat itu sangatlah cepat. Tetapi bagaimana jika dengan kecepatan yang dahulu pernah diciptakan dan sudah ada digunakan pada saat ini? Otomatis kita akan merasa sangat lambat kinerjanya komputer maupun laptop kita. Lalu bagaimana cara kita memilih storage yang tepat dan sesuai kebutuhan kita pada saat ini baik untuk kegiatan belajar maupun kegiatan bekerja. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara kerjanya sebuah storage dan jenis-jenis storage yang ada. Jenis Storage atau memori sendiri ada 2 (dua) jenis, yaitu primary memory dan secondary memory. Bedanya apa? Pada primary memory terdapat bits, memory addresses, byte ordering, error-correcting codes, cache memory serta memory packaging dan pada memory packaging mempunyai beberapa tipe lagi. Tetapi yang akan kita bahas sekarang adalah secondary memory dimana HDD atau SSD merupakan tipe jenis secondary memory. Apa yang membedakannya dan manakah yang sesuai dengan kebutuhan. Mari kita simak berikut perbedaannya.

HDD (Hard Disk Drive) :

Harddisk drive merupakan perangkat keras yang berguna sebagai penyimpanan data untuk komputer itu sendiri. Harddisk adalah komponen yang terpisah dan dihubungkan melalui sebuah kabel dengan Motherboard atau yang langsung dipasang pada laptop. Perangkat ini juga memiliki peran sangat penting dalam sebuah komputer.

Di dalam Harddisk terdapat sebuah komponen yang bernama Platter dan memiliki material magnetik yang dibagi menjadi jutaan area, disk magnetik terdiri dari satu atau lebih piringan aluminium dengan lapisan yang dapat dimagnetisasi. Awalnya piring-piring ini berdiameter 50 cm, tetapi saat ini biasanya berukuran 3 hingga 12 cm, sedangkan untuk disk untuk komputer notebook sudah di bawah 3 cm dan masih menyusut. Kepala disk yang berisi kumparan induksi mengapung tepat di atas permukaan, bertumpu pada bantalan udara (kecuali untuk disket, yang menyentuh permukaan). Ketika arus positif atau negatif melewati head, ia memagnetisasi permukaan tepat di bawah head, menyelaraskan partikel magnetik menghadap ke kiri atau ke kanan, tergantung pada polaritas arus penggerak. Ketika head melewati area magnet, arus positif atau negatif diinduksi di head, sehingga memungkinkan untuk membaca kembali bit yang disimpan sebelumnya. Dengan demikian saat platter berputar di bawah head, aliran bit dapat ditulis dan kemudian dibaca kembali. Sehingga geometri dari pada lintasan cakram tersebut membentuk urutan melingkar dari bit yang ditulis saat cakram melakukan rotasi lengkap disebut lintasan. Setiap trek dibagi menjadi beberapa jalur dengan panjang yang tetap. Dalam area Platter itu terdapat gaya magnet yang sangat berguna untuk menyatukan nilai-nilai yang akan membentuk sebuah informasi. Dengan menyimpan data dalam bentuk gaya magnet membuat data tersebut tetap aman meski perangkat komputer telah dimatikan. Ketika proses data menyimpan dilakukan oleh Harddisk, maka data tersebut tidak langsung dibaca oleh Platter. Pada data tersebut, Platter akan mengelola dan menyusunnya secara rapi menyerupai sebuah pola. Bit data akan disusun konsentris dan akan membentuk melingkar yang kemudian bentuk ini disebut dengan Track. Pada setiap Track dibagi lagi menjadi area yang sangat kecil dan hal ini yang disebut Sector. Pada bagian Sector terdapat sebuah sistem yang menyimpan denah tentang informasi seluruhnya. Denah ini juga bermanfaat untuk mengetahui Sector mana yang telah digunakan dan yang belum digunakan dengan arti lain mencari tempat kosong untuk memasukan bit yang sudah di baca. Dalam sistem operasi Windows biasanya ditemui dengan istilah FAT. Ketika Harddisk akan menyimpan data baru di komputer, maka Platter akan mencari Sector yang belum digunakan. Lalu yang terakhir, Read Write Head akan membaca dan menulis data untuk menemukan lokasi yang masih kosong dan menyimpan data ke lokasi tersebut. Ketika ingin membaca sebuah informasi dari sebuah data, maka proses yang dilakukan adalah dengan cara yang terbalik. Dimana Sector yang dicari adalah Sector yang didalamnya terdapat informasi sebuah data yang diinginkan pengguna.

SSD (Solid State Drive) :

Teknologi SATA (Serial ATA) diperkenalkan pada tahun 2003 yang menggantikan serial PATA (Paralel ATA) yang lebih lama sebagai standar antarmuka  Koneksi penyimpanan di komputer berperan sebagai konektor universal yang melibatkan kabel yang dihubungkan dari motherboard dengan kabel data SATA dengan input dan output yang sangat cepat sehingga dalam kecepatan read/write pada storage data juga lebih cepat. Saat ini, SATA adalah salah satu jenis antarmuka di pangsa pasar yang sebagian besar digunakan untuk menghubungkan SSD atau HDD ke sistem komputer atau laptop. SATA menggunakan protokol perintah AHCI dan mendukung IDE (Integrated Development Environment), yang utamanya dibuat untuk drive disk yang lebih tua dan lamban dan bukan untuk penyimpanan berbasis flash yang kokoh. Bahkan hingga hari ini, dalam mempertimbangkan ruang penyimpanan, hard drive memiliki keunggulan yang jelas atas SSD karena harganya lebih murah per gigabyte dan menyimpan data yang lebih lama, sedangkan SSD (solid-state drive) adalah jenis media penyimpanan non-volatil yang menyimpan data persisten pada memori flash dan memiliki dua bagian penting yakni memori flash NAND dan pengontrol flash yang dioptimalkan untuk memberikan kinerja read/write yang tinggi secara berurutan serta pengambilan data secara acak. SSD tidak memiliki bagian yang bergerak, jadi jangan patah, dikarenakan SSD bergerak dengan cara berputar naik atau turun, sama seperti halnya dengan hard disk drive yang rusak dengan media magnetik yang berputar. Meski SSD nampaknya ringkih tetapi SSD juga menawarkan keunggulan kinerja yang berbeda dengan HDD. Di masa pertama kali SSD muncul dipasaran komputer harga SSD jauh lebih tinggi daripada HDD. Namun, dengan peningkatan teknologi manufaktur dan kapasitas chip, harga terus turun sehingga banyak pengguna dapat merasakan kecepatan dari SSD. SSD menawarkan kecepatan transfer yang tinggi, latency rendah bahkan dengan akses data acak, lebih tahan lama tetapi tidak untuk penggunaan penyimpanan hierarkis, dan diharapkan tidak ada suara komponen yang bergerak. Peningkatan kinerja yang nyata dapat dilihat dalam penggunaan sehari-hari, seperti kecepatan sistem boot dan shut down, peluncuran aplikasi lebih kuat, dan sistem terasa lebih halus dan tanpa lagging. Lalu apa perbedaan NVME dan SSD yang terlihat lebih unggul? Mari cari tahu apa perbedaan dari kedua inovasi yang meringankan beban kerja banyak penggunanya ini. NVMe tidak terpengaruh oleh penyempitan antarmuka ATA karena ia berada tepat di atas PCI Express yang terhubung langsung ke CPU. Dengan begini NVMe menghasilkan 4 kali lebih cepat Operasi Input / Output Per Detik (IOP) menyaingi opsi SAS tercepat di luar sana. Waktu pencarian data sepuluh kali lebih cepat. NVMe dapat memberikan kecepatan baca-tulis berkelanjutan 2000 MB per detik, jauh lebih cepat dari SATA III pada SSD, yang membatasi 600 MB per detik. Di sini hambatannya adalah teknologi NAND, yang bergerak maju dengan cepat, yang berarti penggunanya mungkin akan segera melihat kecepatan yang lebih tinggi dengan NVMe. NVMe sendiri memungkinkan drive untuk mendapatkan manfaat dari “kumpulan” jalur yang sama yang langsung terhubung ke CPU. Ini menawarkan kinerja yang dapat diukur dengan melampaui empat jalur konvensional yang ditemukan di sebagian besar PCIe SSD dan menggunakannya untuk kinerja tambahan. Soket PCIe mentransfer data lebih dari 25 kali lebih banyak dari yang setara dengan SATA. Terlepas dari faktor bentuk, NVMe dapat langsung berkomunikasi dengan sistem CPU dan bekerja dengan semua sistem operasi utama. SSD NVMe memperkuat solusi keamanan standar industri seperti Opal SSC dan Enterprise SSC oleh Trusted Company Group dengan mendukung perintah wadah keamanan yang mirip dengan perintah wadah keamanan yang ditemukan di SCSI.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *