cara-instalasi-windows-pada-komputer-atau-laptop

Cara Instalasi Windows Pada Komputer Atau Laptop

Banyak pengguna komputer ataupun laptop sering kali kebingungan ketika dihadapkan dengan laptop “kosong” atau FreeDOS dan sering bertanya kenapa tidak ada OS Windows yang terpasang? Ya dikarenakan FreeDOS tidaklah disertakan dengan windows pabrikan dari laptop tersebut. Sehingga pengguna harus melakukan instalasi sendiri dan menyesuaikan seri berapa yang harus digunakan yang tepat dan sesuai dengan perangkat yang digunakan. Apakah harus windows XP, Windows Vista, Windows 7 atau harus langsung menggunakan Windows seri terbaru yaitu Windows 10. Sebelum melakukan instalasi peralatan apa saja yang dibutuhkan? Kali ini kami akan memberikan sedikit pengalaman kepada kalian tentang cara instalasi windows pada laptop baru dengan sistem operasi (Non-OS) alias FreeDos. Sebenarnya tidak perlu laptop baru juga, karena ini juga sama hal nya seperti instal ulang windows 10 di laptop, notebook, maupun komputer yang kalian miliki. Untuk versi windows yang digunakan juga tidak diharuskan menggunakan windows 10. Kalian bisa menggunakan windows 7, windows 8, atau versi windows lainnya sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi laptop atau komputer yang digunakan. Tutorial ini juga berlaku untuk semua merek laptop atau komputer seperti HP, Asus, Lenovo, Toshiba, Acer, dan merek lainnya kecuali Apple dikarenakan Apple memiliki OS tersendiri. Sebelum kita memulai bagaimana cara melakukan instalasi windows pada komputer atau laptop atau notebook yang kalian miliki, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu seri daripada produk keluaran microsoft ini yaitu windows.

Seri Windows Dari Tahun ke Tahun

Microsoft memperkenalkan operating system bernama Windows pada tanggal 20 November 1985, sebagai shell sistem operasi grafis untuk MS-DOS sebagai tanggapan atas meningkatnya minat dalam penggunaan grafis antarmuka atau biasa disebut dengan GUI (Graphical User Interface). Windows mendominasi pasar komputer pribadi (PC) dunia dengan lebih dari 90% pangsa pasar, melampaui Mac OS yang pada saat itu telah diperkenalkan terlebih dahulu pada tahun 1984. Istilah windows sendiri secara kolektif menciptakan beberapa generasi produk sistem operasi Windows. Produk ini dikategorikan menjadi berikut, yaitu :

  • Windows 1.x dan Windows 2.x :

Windows 1.0 akan bersaing dengan sistem operasi Apple, tetapi hanya meraih sedikit popularitas dikarenakan pada Windows 1.0 bukanlah sistem operasi yang lengkap; sebaliknya, ia memperluas MS-DOS. Shell Windows 1.0 adalah program yang dikenal sebagai MS-DOS Executive yang dimana komponen seperti Kalkulator, Kalender, Cardfile, Clipboard Viewer, Jam, Control Panel, Notepad, Paint, Reversi, Terminal dan Text merupakan tools yang ada pada Windows 1.0 serta pada sisi tampilan Windows 1.0 tidak mengizinkan jendela yang tumpang tindih.

Windows 2.03 mengubah OS dari jendela ubin menjadi jendela yang tumpang tindih. Hasil dari perubahan ini menyebabkan Apple Computer mengajukan gugatan terhadap Microsoft dengan tuduhan pelanggaran hak cipta Apple. Windows 2.0 juga memperkenalkan pintasan keyboard yang lebih canggih dan dapat memanfaatkan memori yang diperluas. Windows 2.1 dirilis dalam dua versi berbeda: Windows / 286 dan Windows / 386. Windows / 386 menggunakan mode virtual 8086 dari Intel 80386 untuk multitask beberapa program DOS dan model memori paged untuk meniru memori yang diperluas menggunakan memori tambahan yang tersedia. Windows / 286, terlepas dari namanya, berjalan pada prosesor Intel 8086 dan Intel 80286. Ini berjalan dalam mode nyata tetapi dapat memanfaatkan area memori tinggi. Selain paket Windows lengkap, ada versi hanya runtime yang dikirimkan dengan perangkat lunak Windows awal dari pihak ketiga dan memungkinkan untuk menjalankan perangkat lunak Windows mereka di MS-DOS dan tanpa rangkaian fitur Windows lengkap. Versi awal Windows sering dianggap sebagai shell grafis, terutama karena mereka berjalan di atas MS-DOS dan menggunakannya untuk layanan sistem file. Namun, versi Windows yang paling awal telah mengasumsikan banyak fungsi sistem operasi yang khas, khususnya memiliki format file yang dapat dieksekusi sendiri dan menyediakan driver perangkat mereka sendiri (timer, grafik, printer, mouse, keyboard, dan suara). Tidak seperti MS-DOS, Windows mengizinkan pengguna untuk menjalankan beberapa aplikasi grafis pada saat yang sama, melalui multitasking yang kooperatif.

  • Windows 3.0 dan Windows 3.1.x :

Windows 3.0 juga menampilkan peningkatan pada user interface. Windows 3.0 adalah versi Microsoft Windows pertama yang mencapai kesuksesan komersial yang luas, menjual 2 juta kopi dalam enam bulan pertama. Windows 3.1, tersedia secara umum pada tanggal 1 Maret 1992, menampilkan facelift. Pada bulan Agustus 1993, Windows for Workgroups, versi khusus dengan fitur jaringan peer-to-peer terintegrasi dan nomor versi 3.11, dirilis. Itu dijual bersama dengan Windows 3.1. Dukungan untuk Windows 3.1 berakhir pada tanggal 31 Desember 2001. Windows 3.2, dirilis tahun 1994, adalah versi terbaru dari Windows 3.1 versi Cina. Pembaruan terbatas pada versi bahasa ini, karena hanya memperbaiki masalah yang terkait dengan sistem penulisan bahasa Mandarin yang rumit. Windows 3.2 umumnya dijual oleh produsen komputer dengan MS-DOS versi sepuluh disk yang juga memiliki karakter Cina Sederhana dalam keluaran dasar dan beberapa utilitas terjemahan.

  • Windows 9x :

Rilis Windows berorientasi konsumen utama berikutnya, Windows 95, dirilis pada 24 Agustus 1995. Sementara masih berbasis MS-DOS, Windows 95 memperkenalkan dukungan untuk aplikasi 32-bit asli, perangkat keras plug and play, multitasking preemptive, lama nama file hingga 255 karakter, dan memberikan peningkatan stabilitas dibandingkan pendahulunya. Windows 95 juga memperkenalkan antarmuka pengguna berorientasi objek yang didesain ulang, menggantikan Program Manager sebelumnya dengan menu Start, taskbar, dan shell Windows Explorer. Windows 95 adalah kesuksesan komersial utama bagi Microsoft; Ina Fried dari CNET mengatakan bahwa “pada saat Windows 95 akhirnya diluncurkan dari pasar pada tahun 2001, itu telah menjadi perlengkapan pada desktop komputer di seluruh dunia.” Microsoft menerbitkan empat Rilis Layanan OEM (OSR) Windows 95, yang masing-masingnya secara kasar setara dengan paket layanan. OSR pertama Windows 95 juga merupakan versi Windows pertama yang dipaketkan dengan browser web Microsoft, Internet Explorer. Dukungan arus utama untuk Windows 95 berakhir pada 31 Desember 2000, dan dukungan yang diperpanjang untuk Windows 95 berakhir pada 31 Desember 2001. Windows 95 diikuti dengan peluncuran Windows 98 pada 25 Juni 1998, yang memperkenalkan Model Driver Windows, dukungan untuk perangkat komposit USB, dukungan untuk ACPI, hibernasi, dan dukungan untuk konfigurasi multi-monitor. Windows 98 juga menyertakan Internet Explorer 4 melalui Active Desktop dan aspek lain dari Pembaruan Desktop Windows (serangkaian peningkatan pada shell Explorer yang juga tersedia untuk Windows 95). Pada Mei 1999, Microsoft merilis Windows 98 Second Edition, versi terbaru dari Windows 98. Windows 98 SE menambahkan Internet Explorer 5.0 dan Windows Media Player 6.2 di antara peningkatan lainnya. Dukungan arus utama untuk Windows 98 berakhir pada 30 Juni 2002, dan dukungan yang diperpanjang untuk Windows 98 berakhir pada 11 Juli 2006. Pada 14 September 2000, Microsoft merilis Windows Me (Edisi Milenium), versi Windows berbasis DOS terakhir. Windows Me menggabungkan peningkatan antarmuka visual dari mitra berbasis Windows NT dan Windows 2000 serta memiliki waktu boot yang lebih cepat daripada versi sebelumnya, diperluas dengan fungsionalitas multimedia, utilitas sistem tambahan seperti System File Protection dan System Restore, dan masih banyak lainnya yang diperbarui oleh windows. Namun, Windows Me dihadapkan pada kritik karena kecepatan dan ketidakstabilannya, bersama dengan masalah kompatibilitas perangkat keras dan penghapusan dukungan DOS mode real time.

  • Windows XP :

Jika dibandingkan generasi pendahulunya, Windows XP bisa dibilang merupakan versi paling sukses menarik pelanggan. Windows XP tercatat mampu bertahan selama lebih dari 10 tahun dari tanggal peluncuran, menyisakan berbagai memori mendalam bagi setiap user yang menggunakannya. Sebagaimana kita ketahui, Windows XP dibangun berdasarkan pada OS Windows 2000 yang menyematkan interaktif user interface yang lengkap dengan design pada tampilan full color seperti pada tombol start yang berwarna hijau untuk menarik perhatian pengguna. Sayangnya, Windows XP mengalami masalah klasik yang biasa terjadi pada setiap produk teknologi, yakni masalah keamanan. Popularitasnya yang tinggi ternyata menarik banyak hacker untuk mulai mengeksploitasi sistem Windows XP. Alhasil, program firewall yang sudah dibangun tidak mampu berkutik melawan potensi keamanan data user.

  • Windows Vista :

Jika sebelumnya kita bisa menyimpulkan bahwa Windows XP merupakan produk paling populer dan paling lama umurnya meskipun memiliki sistem keamanan yang sangat rentan. Maka untuk Windows Vista bisa dibilang sebagai produk gagal yang kurang mendapat tempat di hati konsumen. Windows Vista sendiri hadir dengan membawa nuansa transparan di beberapa bagian user interface. Sayangnya, sistem operasi ini memiliki kinerja sangat lambat ketika dijalankan oleh komputer tipe lama. Selain itu, pengguna juga mengeluhkan adanya request dari beragam aplikasi tambahan yang dibawa oleh Windows Vista.

  • Windows 7 :

Usai mendapat cibiran di versi sebelumnya, Microsoft berhasil menjawab dengan kehadiran Windows 7 yang mana lebih stabil, lebih cepat dan lebih interaktif baik dari sisi warna maupun dari sisi icon. Dilihat dari segi performa, Windows 7 jauh lebih cepat, dan stabil dibandingkan dengan windows XP maupun windows Vista, sehingga mampu menarik minat banyak orang untuk mulai menggunakan

  • Windows 8 :

Dengan kemunculan dari Windows 8 menandai bahwa akan berakhirnya era tombol start di pojok kiri bawah. Selain itu, Microsoft juga memberikan perubahan tampilan yang cukup signifikan ke Windows 8 dengan menyematkan widget di halaman depan. Sampai sejauh ini, Windows 8 merupakan versi yang paling powerfull, stabil, interaktif, dan memiliki kecepatan booting kilat dibandingkan versi sebelumnya.

  • Windows 8.1 :

Setahun setelah booming user interface pada Windows 8, Microsoft kembali menghadirkan OS terbaru yang disebut Windows 8.1. Pada versi ini perusahaan kembali membawa tombol start ke pojok kiri bawah layar. Namun, fungsi iconnya digantikan dengan logo Windows flat.

  • Windows 10 :

Salah satu perubahan besar yang dibawa oleh Windows 10 adalah perbaikan pada fitur touchscreen friendly. Sehingga para pengguna gadget yang mendukung fitur ini bisa lebih enjoy menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, terdapat juga update DirectX 12, tampilan tombol start yang lebih seimbang, serta sejumlah pembaruan lain yang mampu menarik minat banyak pengguna beralih dari Windows 8.1 ke Windows versi terbaru.

Apa Bedanya Windows 10 x86 dengan x64

Dari beberapa jenis windows yang beredar dipasaran baik di toko komputer maupun di website. Ada yang menyediakan operating sistem dengan dua jenis eksistensi yaitu seri x86 maupun x64. Perbedaan eksistensi pada seri x86 maupun x64 adalah pada sisi penggunaan memory RAM pada device komputer, laptop atau notebook. Untuk seri x86 sendiri merupakan perubahan dari seri x32 atau 32 bit, jadi jangan sampai salah sebut sudah bukan x32 melainkan x86. Versi dari x86 ini lebih disarankan digunakan pada device yang memiliki memori dengan kapasitas maksimum 4 GB. Dengan kata lain jika RAM yang dipasang pada komputer dengan windows 32 bit lebih dari 4 GB maka yang berfungsi hanyalah sebesar 4GB saja, maka sisanya tidak dapat digunakan. Sedangkan pada x64 memiliki batasan penggunaan RAM hingga 192 GB, sehingga membentuk sebuah pola arsitektur yang berbeda pada x86 dan x64 yang dimana membuat pola perbedaan lebar jalur pemrosesan. pada x64, jalur yang lebih lebar dapat membuat sistem ini menangani memory (RAM) Lebih dari 2GB, dimana hal ini tidak dapat dilakukan oleh win x86. Untuk menjalankan aplikasi berat dan lebih baru, pilihan menggunakan x64 merupakan yang lebih baik dibandingkan dengan x86. Pada sistem operasi windows 7 sistem x86 hanya akan mendukung memori hingga 3GB saja.

Panduan Melakukan Instalasi Pada Windows

Berhubung kali ini akan menginstal windows 10 dengan flashdisk di laptop jadi membutuhkan beberapa alat dan software tambahan, di antaranya sebagai berikut.

  • USB Flash Disk (Min. 4GB).
  • Windows 10 ISO.
  • Bootable Flashdisk (Rufus, Universal USB Installer, HirenBoot, CMD)

Beberapa laptop, notebook, dan komputer ada yang tidak memiliki CD Room, oleh karena itu untuk menginstal sistem operasinya bisa menggunakan flashdisk atau bisa juga dengan menggunakan CD Room eksternal. Jika menggunakan CD Room eksternal berarti kamu perlu DVD untuk melakukan burning file iso windows ke DVD atau menggunakan DVD windows original jika Anda memilikinya. Lebih mudah jika anda menggunakan flashdisk dikarenakan lebih simple dan tidak memerlukan burning file iso windows ke DVD. Berikut tips cara melakukan instalasi Windows 10 dengan Flashdisk :

  • Pertama, setelah ketiga alat dan software yang dibutuhkan sudah siap kita perlu melakukan burning atau memindahkan file iso windows ke flashdisk dengan menggunakan software Universal USB Installer. Sambungkan flashdisk ke laptop kemudian buka software Universal USB Installer, lalu klik I Agree button.
  • Pada step 1 di aplikasi Universal USB Installer, pilih windows sesuai dengan file iso yang digunakan, gunakan windows 8 installer untuk melakukan pembacaan bootable pada file iso windows 10, kemudian cari file iso windows 10 yang akan digunakan. Jika sudah ketemu klik open, lalu klik pada dropdown button drive letter usb anda, kemudian create dan tunggu hingga selesai (kurang lebih 20 sampai 30 menit).

Catatan: Sebelum klik Create akan muncul peringatan bahwa semua file yang ada di flashdisk akan hilang karena perlu di format terlebih dahulu.

  • Kedua, setelah Anda memiliki flashdisk yang memiliki instalan windows di dalamnya. Sekarang kita perlu mengatur settingan pada BIOS laptop agar saat booting masuk ke flashdisk bukan ke memori atau harddisk laptop, komputer atau notebook, tetapi laptop atau komputer atau notebook harus dalam keadaan mati. Kemudian sambungkan flashdisk ke laptop dan menyalakan laptop, lalu tekan tombol F2 atau F10 atau F12 atau Del (coba satu per satu setiap merek laptop, komputer, ataupun notebook berbeda beda), kemudian setelah berhasil masuk ke BIOS silahkan pergi ke bagian System Configuration pada section Boot Options lalu tekan Enter.
  • Setting Booting di BIOS Lalu pindahkan USB Diskette on Key/USB Hard Disk ke paling atas dengan menekan tombol F5 atau F6, setelah itu tekan tombol F10 dan pilih Yes untuk menyimpan settingan BIOS.

Catatan: Lihat pada gambar di atas ada UEFI Boot Order dan Legacy Boot Order, UEFI akan lebih di prioritaskan ini bekerja untuk windows 7, windows xp, windows vista atau di bawahnya, sedangkan Legacy bekerja untuk windows 8, windows 10 oleh karena itu berhubungan saya akan menginstal windows 10 jadi saya mengaturnya pada Legacy Boot saja.

  • Ketiga, setelah berhasil mengatur settingan BIOS agar bisa booting menggunakan flashdisk kini saatnya kita mulai instal windows 10 atau versi windows lainnya di laptop, notebook atau komputer. Ketika laptop, notebook atau komputer dinyalakan akan muncul tulisan Press any key to boot from USB silahkan tekan tombol apa saja di keyboard. Setelah itu akan muncul user interface atau tampilan dari instalasi windows klik Instal now.
  • Setelah itu muncul pengaturan untuk menentukan bahasa, waktu, dan keyboard input, kita ubah saja bagian waktu ke Indonesia lalu klik Next.
  • Kemudian akan muncul beberapa opsi pilihan windows yang ingin di gunakan, disini saya memilih Windows 10 Pro. Silahkan klik pada versi windows yang ingin Anda instal kemudian klik Next.
  • Lalu centang kotak kecil I accept the license terms kemudian klik Next.
  • Setelah itu pilih Custom: Install Windows only (advance).
  • Keempat, disini kita masuk ke tahap pembagian partisi hard disk, berhubungan ini laptop baru dan belum ada datanya maka saya akan menghapus semua partisi yang ada dan membuatnya secara manual. Klik pada list partisi hard disk yang ada kemudian klik Delete kemudian OK.

Catatan: Kalau kamu mau instal ulang jangan delete drive D (primary) lihat pada tipenya primary atau system. Primary itu isinya data-data Anda, jadi supaya tidak hilang jangan delete atau format drive d atau drive e dengan ditandai type primary. Cukup format drive c saja atau ditandai type system jika mau instal ulang.

  • Setelah itu hard disk akan menjadi satu, untuk membuat partisi baru klik pada list hard disknya lalu klik New dan masukkan kapasitas untuk drive C lalu klik Apply, kemudian klik lagi pada list hard disk satunya klik new dan langsung saja klik apply, ini untuk drive D.
  • Setelah berhasil membuat partisi selanjutnya kita akan menentukan lokasi untuk instal windows pilih saja yang paling kecil ukuran hardisk nya, silahkan klik pada list hard disk yang ingin di instal windows lalu klik Next.
  • Setelah itu proses instalasi sedang dimulai tunggu kurang lebih 30 menit.
  • Setelah ini selesai selanjutnya Anda tinggal mengganti nama pc atau laptop dan user login dengan menggunakan akun microsoft atau password lokal. Anda tinggal mengikuti perintah yang terdapat pada layar laptop Anda.

Itulah beberapa jenis windows yang ada dan cara melakukan instalasi windows pada laptop, notebook atau komputer yang masih “kosong”. Semoga bermanfaat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *